Bahaya tingginya konsentrasi zat-zat seperti timah hitam atau karbon monoksida

Juga tak seorang pun yang meragukan bahwa konsentrasi yang tinggi dari oksida sulfur dengan zat tertentu menggalakkan gejala-gejala penyakit pernafasan dan penyakit jantung. dan ada kalanya membawa maut. Kisah terjadinya polusi udara yang lebih dramatis, terutama di Meuse Valley, Belgia, di tahun 1930 (enam ribu yang sakit dan enampuluh yang meninggal): Donora, Pennsylvania, di tahun 1948 (enamribu yang sakit, duapuluh yang meninggal); dan London di tahun 1952 (puluhan ribu yang sakit, empatribu yang meninggal) sangat menyolok dalam ikhtisar kesehatan lingkungan. Pada tiap kasus ini, ada hari-hari di mana pengotoran demikian buruknya sehingga melonjakkan tingkat-tingkat penyakit dan kematian di atas normal. Masa polusi yang mengakibatkan kemhtian terus berlangsung dari waktu ke waktu. Lonjakan tingkat kematian di New York City selama saat-saat kerasnya polusi dalam tahun 1953, 1963, dan 1966 masing-masing meminta ratusan korban ekses.

water-moleculePenelitian atas polusi yang keras selama empat hari di Pittsburgh selama bulan Nopember 1975 menunjukkan bahwa udara yang jahat itu membunuh empatbelas orang – suatu bukti grafis bahwa¬† kemajuan kota dalam mengawasi asap belumlah sampai kepada inti masalah polusi. Sambil memandang.konsep “episode polusi” secara lebih sama, para peneliti menghubungkan tingkat mortalitas dari hari ke hari dengan tingkat oksida sulfur di New York City. Mereka menemukan bahwa frekuensi kematian dari semua penyebab menanjak dan menurun bersama polusi, terlepas dari keadaan cuaca. Sama halnya, tingkat-tingkat mortalitas di Los Angeles naik dan merosot bersama tingkat konsentrsi monoksidakarbon.

Jika dipertimbangkan secara terpisah, meskipun masa-masa polusi yang parah tersebut melelehkan dan sulit dipahami itu semua tak memberikan bukti yang meyakinkan bahwa polusi merupakan penyebab penyakit. Pada peristiwa-peristiwa yang baru sqja disebutkan diatas, boleh dikata mereka yang sebelumnya telah mendapatkan gangguan pernafasan dan jantunglah yang meninggal dalam kematian ekstra. Itulah sebabnya maka lonjakan tingkat-tingkat kematian membuktikan bahwa pollusi yang parah hanyalah menggalakkan penyakit-penyakit yang ada. Lebih jauh lagi, Ionjakan-lonjakan sementara dalam tingkat mortalitas tidaklah mengungkapkan pengaruh dari sedikit banyaknya udara kotor yang dihirup selama sekian tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *