Berbagai penelitian diperoleh pembuktian adanya hubungan kanker payudara dengan hormon tertentu untuk pertumbuhannya

Diantara jenis hormon yang dicurigai adalah yangdisebut ESTROGEN, ADRENAL STEROID, dan hormon kelenjar HIPOFISE.

ESTROGEN:

Lebih dikenal sebagai sejenis hormon “wanita”, hormonini dapat ditemukan baik pada wanita maupun pria. Pada wanitapre-menopausal (saat-saat sebelum menstruasi berhenti), estrogenyang dihasilkan oleh ovarium (indung telur) dinyatakan mengatursiklus menstruasi (haid). Dalam kadar yang tinggi estrogendapat memang terjadinya pertumbuhan kanker payudara. Pada dasarnya kita mengenal 3 jenis estrogen didalam tubuhwanita yang disebut : estriol, estradiol, dan estrone. Dua yang disebutterakhir termasuk gorongan estrogen yang paring kuat danmemiliki efek karsinogenik (penyebab kanker) terbesar.

Akan tetapi, estriol bukan hanya tidak memiriki potensi karsinogenik,tetapi nampaknya ia juga berperan berlawanan terhadap estradioldan estrone, iadi membatalkan potensi mereka sebagai penghasilkanker.Dimasa kehamilan, dimana jumlah dari ke B jenis estrogentelah mengalami suatu peningkatan luar biasa, ratio dari estrogenyang “baik” (estriol) terhadap estrogen yang  “buruk” estradioldan estrone mengalami peningkatan 10 kali lebih besar dari keadaannormal. Efektivitas perlindungan pada masa kehamilan muda (terutama sebelum dicapainya usia 18 tahun) menunjukkan bahwa periode paling penting dari terbentuknya sel kanker payudara adalah masa 10 (sepuluh) tahun setelah permulaan menstruasipertama kali. secara nyata, iumlah besar dari estriol didalam tubuh selama masa kehamilan berlangsung dapat membunuh secara efektif , atau paling tidak melakukan penekanan untuksementara waktu terhadap sel kanker yang belum dewasa.

estrogen-chalkboardSekali kanker payudara telah berdiri kokoh, dampak “baik” dariestriol pada sel kanker hampir tidak nampak lagi. Jumlah estriol yang dihasilkan dapat ditentukan lewat tesair seni. Wanita dengan sedikit estriol didalam air seni dapat digolongkansebagai yang jarang terkena kanker payudara, berarti bahwa mereka memiliki sistim pergantian zat (metabolisma)atau cara pendayagu,aan hormon yang amat efisien dan karenanya juga hanya sedikit tinggalkan kotorannya. Dari lain segi, wanita dengan kanker payudara justru memanfaatkan kedua estrogen “buruk” itu lebih efisien dibanding dengan wanita dengan keadaan normal. Keterangan diatas ini merupakan sebuah pembuktian berbobot dari teori hormon.Terdengar agak janggar bila dikatakan bahwa kadar estrogen yang tinggi dapat menyebabkan kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *