Gambaran kesehatan pada akhirnya adalah cermin wajah masyarakat

Berbeda dengan teknologi kedokteran yang sudah sangat maju, perubahan-perubahan sosial yang kita butuhkan untuk perbaikan kesehatan biasanya tak bisa dibeli, dipinjam atau disumbangkan. puatg telaah mengenai berbagai pengaruh lingkungan terh-adap kesehatan membuat kita harus menyelami bidang-bidang ekonomi, politik, gaya hidup perorangan, di samping tatahubungan manusia dengan lingkungan alamnya. pengobatan herbal diabetes ?

Gambaran Kesehatan Dewasa Ini

bljrGambaran kesehatan sedunia tak mungkin dinyatakan hanya dengan beberapa baris kalimat. Sama halnya dengan kehidupan, masalah ini pada umumnya tak tampak oleh mata. Statistik mengenai jumlah penyakit yang tidak berbahaya tak banyak kita dapati, walaupun orang cenderung merumuskan kesehatan mereka sendiri dari segi penyakit-penyakit yang pernah mereka alami sendiri. Deftnisi kesehatan yang secara ekspansif dan mulai tertera dalam piagam Organisasi Kesehatan Sedunia adalah “suatu keadaan yang menjamin adanya kesejahteraan jasmani, rohani dan sosial yang utuh” berada di luar kemampuan para ahli statistik dan bahkan para pemikir yang gigih sekalipun. Hampir tanpa kecuali, para penelitian arah gejala “kesehatan” semakin giat mempelajari sebab-sebab dan jumlah kematian. Data-data mortalitas nampaknya tak cukup memberi gambaran mengenai situasi kesehatan, akan tetapi kematian dianggap oleh para ahli statistik sebagai “suatu hal yang gamblang,” dan tiap negara terus berusaha mencatat sebab-sebab kematian para warganya. Suatu cara yang umum dalam mengukur kesehatan adalah tingkat harapan hidup (life expectancy) sewaktu seorang anak lahir. di tahun 1975, rata-rata yang baru lahir di dunia bisa berharap hidup selama limapuluh sembilan tahun).

Tapi suatu perbandingan umur dari suatu negara ke negara lain menunjukkan bahwa tempat kelahiran sering sekali menentukan panjang-pendeknya umur. Bayi yang lahir di negara-negara Afrika yang sangat miskin hanya punya harapan hidup empatpuluh tahun, sementara harapan hidup di negara yang lebih maju telah melampaui hasrat kitab Injil yang tujuh puluh tahun. Dalam deretan negeri-negeri Asia yang paling miskin Bangladesh. Nepal, Laos, dan yang lain-laindan di banyak negeri Afrika sub-Sahara, hidup sering amat singkat dan bahkan kejam. Harapan hidup rata-rata pada tiap negeri ini berkisar di bawah empatpuluh lima, terutama karena banyak sekali yang meninggal ketika masih bayi atau kanak-kanak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *