PERANAN DALAM PENYAKIT

Komplemen terlibat dalam proses-proses hipersensitivitas yang disetabkan oleh penyakit yang meliputi kompleks imun dan sitotoksisitas yang masih akan dibicarakan secara lebih terperinci dalam bab berikut. Reaksi-reaksi sitotoksik terlihat pada nefritis nefrotoksik dan anemia hemolitik otoimun. Kompleks-kompleks yang terbentuk pada kelebihan antibodi sehingga menimbulkan vakulitis imun dari tipe Arthus misalnya terlihat pada, Farmer’s lung dan krioglobulinemia dengan vaskulitis kulit; kompleks-kompleks dapat larut yang terbentuk pada kelebihan antigen menimbulkan reaksi-reaksi tipe “penyakit serum” dengan endapan banyak dalam glomeruli ginjal seperti yang ditemukan pada banyak bentuk glomerulonefritis kronis.

anemia-hemolitik-adalah-penyakitBeberapa penderita glomerulonefritis mesangiokapiler dan lipodistrofi ” sebagian memiliki obat diabetes melitus tradisional kadar komplemen yang rendah karena di dalam serum ada faktor nefritik C3 yang rupanya berasal dari suatu komponen normal dari serum, mungkin sekali identik dengan faktor pemula yang terlibat dalam penggiatan jalan akernatif (Gambar 5.22). Pada hemoglobinuria malam hari yang hebat (Paroxysmal noctumal Haemoglobinurta = PNH) sel-sel darah merah terutama peka terhadap lisis reaktif sebagai akibat kemampuan luar biasa yang belum dapat diterangfan untuk mengikat kompleks trimolekul yang telah diaktifkan C567 . Renjatan endotoksin pada kelinci merupakan suatu fenomena rumit dalam mana jalan alternatif mulai digiatkan. Endotoksin yang terbungkus C3 melekat pada trombosit karena perlekatan imun dan kompleks-kompleks C567 yang dihasilkan menyebabkan kerusakan trombosit melalui lisis reaktif, dengan melepaskan faktor-faktor pembekuan darah.

KEKURANGAN-KEKURANGAN KOMPLEMEN

Penurunan sementara dalam C’ dapat terjadi setelah Penyuntikan sekumpulan IgG atau suatu faktor racun kobra yang merupakan ekivalen reptil dari C3b. Ini menggiatkan jalan alternatif, tetapi karena ddak peka terhadap inaktivator C3b mamalia (KAF) maka reaksi ini masih berlangsung cukup lama untuk menimbulkan kekurangan C3. Namun kekurangan-kekurangan komponen tertentu yang permanen ditemukan pula. Kekurangan-kekurangan C5, C6, dan C7 telah pernah ditemukan pada manusia namun dalam setiap kasus itu orang tersebut sehat dan tidak mudah terkena infeksi. Dengan demikian sistem C’ yang bekeria penuh sampai C8,9  rupanya tidak penting untuk kelangsungan hidup dan perlindungan secukupnya harus diberikan oleh antibodi opsonin dan mekanisme perlekatan imun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *