Suatu lesi yang terletak di medula oblongata bisa menimbulkan gangguan perasa

Apabila lesi itu merusak atau mengganggu.inti ramus desendens n.V. lnti itu terletak dekat daerah traktus spinotalamikus, yang menghantarkan impuls perasa protopatik dari tubuh sisi kontralateral. Ramus cieserrdens n.V. menghantarkan impuls perasa dari wajah mukasisi ipsilateral. Oleh karena itu, suatu lesi yang menduduki daerah inti ramus desendens n.V niscaya mengganggu juga serabut2 tr. Spinotalamikus.Manifestasi dari lesi tersebut ialah, pada wajah muka gangguan perasa ditemukan pada sisi lesi, sedangkan pada tubuh (leher dan badan seluruhnya) gangguan perasa protopatik akan ditemukan pada sisi kontralateral (hemi-hipestesi alternans).

Apabila lesi yang menimbulkan gangguan perasa terletak di daerah talamus, semua modalitas perasa tidak dapat dirasakan, walaupun demikian nyeri spontan (tanpa ada rangsang nyeri) adakaranya dapat timbul di bagian tubuh yang anestetik itu. Korteks serebri yang mengolah impuls2 perasa mempunyai penataan somatotopik, yang riiana berarti bahwa tiap daerah permukaan tubuh dan tiap bagian tubuh mempunyai representasinya di korteks sensorik itu. peta representasi itu berupa pola tubuh manusia dengan kepalanya di daerah bawah girus presentralis dan tungkainya di bagian atas girus tersebut.

Lesi pada daerah girus sentralis yang menjadi representasi bibir akan menimbulkan gangguan perasa pada bibir. oleh karena lesi itu akan mengganggu juga daerah yang berdampingan dengannya, maka gangguan perasa sedikit2nya akan dirasakan pula pada misalnya: pipi can dagu. Gangguan perasa yang jelas pada suatu daerah dan yang menyangkut juga daerah tubuh yang berdekatan secara ringan adalah khas untuk suatu manifestasi dari lesi yang berkedudukan di korteks serebri. Lesi di korteks iobus parietaris dapat juga menimburkan gangguan perasa yang tak wajar, yang kita kenal sebagai agnosia. Misalnya, tak mengenal bentuk apabila kita me-raba2 suatu benda tanpa melihatnya atau tak dapat mengenal dari bahan apa suatu benda terbuat tanpa melihatnya.

Kemampuan untuk mengenal benda baik mengenai bentuk, bahan dan namanya tanpa melihat benda itu, adalah hasil pengolahan impuls perasa oleh berbagai pusat di korteks serebri. Gangguan perasa termaksud dinamakan astereognosis (tak mengenal bentuk) dan abarognosis (tak mengenal berat jenis) yang khas untuk suatu lesi di lobus parietalis. Dengan contoh2 tersebut di atas penuris ingin merrjeraskan bahwa tiap gangguan perasa organik mempunyai suatu penataan yang khas. Apabila ada suatu Oangguan perasa yang tidak dapat ditempatkan pacla pola gangguan perasa organik, maka kemungkinan besar etiologi gangguan perasa itu adalah psikik. Pentingnya melakukan terapi diabetes yang tepat dan efektif seperti ini untuk membantu memperbaiki kesehatan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *