Variasi Struktur Sehubungan Dengan Spesifisitas Antibodi

4inmunogAnalisa asam amino dari sejumlah protein mieloma murni mengungkapkan bahwa dalam satu kelas imunoglobulin utama, seperti IgG, bagian-bagian N-ujung dari rantai paniang dan pendek menunjukkan banyak variasi mengatasi diabetes sedangkan bagian-bagian siia dari ranrai tersebut memiliki strukrur yangrelatif konstan. (-Gambar 2. l0). Tiap daerah yang ddak tetap mlmiliki suatu struktur asam amino dasar dan menyeluruh yang biasa terdapat pada sejumlah antibodi dengan kekhususan yang berlainan. Antibodi-antibodi ini dikelompokkan dalam subkelompok yang sama; sebagai contoh misalnya daerah yang tidak tetap dari rantai panjang pada seorang normal membentuk subkelompok demikian (Tabel 2-.4, hal. 47).

Setruktur “kerangka” subkelompok ini tidak ada hubungan dengan kekhususan antibodi, karena banyak antibodi yang berlainan tergolong dalam subkelompok yang sama. Tetapi yang menyolok ialah hipervariabilitas residu-residu asam amino pada tempat-tempat tertentu dalam rantai peptida- Misalnya ketika 13 rantai pendek mieloma dirangkaikan, ditemukan 8 asam amino yang berlainan pada residu nomor 93,6 pada residu 94, dan 10 pada residu 96 (Gambar 2.10). Pemandangan yang paling menarik berdasarkan analisa sinar-X yang mutakhir ialah bahwa “titik-titik panas” ini, tiga pada rantai pendek dan tiga pada rantai panjang, terletak reratif dekat satu sama lain membentuk tempat pengikar antigen (Gambar 2.11) dan  2.15), heterogenitas titik-titik panas ini menjamin keanekaragaman kombinasi spesifisitas, karena variasi bentuk dan sifat permukaan yang dihasilkan(bandingkanlah hal. 16).

Dengan demikian tiap daerah hipervariabel dapat dipandang sebagpi suatu struktur bebas, yang ikut melengkapi tempat pengikat antigen dan mungkin dapat dinamakan penentu pelengkap. Bahwa daerah variabel pada rantaipanjang dan pendek membanru menentukan spesifisitas antibodi terkesan dalam eksperimen penentuan daya pengikat antigen dari rantai yang berdiri sendiri. Pada umumnya berbagai tingkat aktivitas residu dihubungkan  dengan rantai panjang tetapi kalau ada hanya relatif sedikit yane dihubungkan dengan rantai pendek (meskipuri dimer rantai ringan baru-baru. ini ternyata lebih efektif); tetapi bila digabungkan rantai panjang dan pendek maka selalu ada kenaikan dalam kapasitas pengikat antigen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *