Sekilas Tentang Burung Walet

Sekilas Tentang Burung Walet

Sebagian orang sering menyebut burung walet dengan lawet atau orang Cina menyebutnya dengan Yan O. Panjang tubuh dari ekor sampai paruh sekitar 12 cm. Bulunya berwama cokelat kehitam-hitaman dengan dada cokelat muda. Suara mencicit sangat tinggi dan terkadang bila terbang di sekitar atau dalam gedung selalu mengeluarkan bunyi tek …  tek…  tek …  tek. Mata gelap cokelat, kaki hitam, dan paruh tidak berkuku. Saat terbang, gerakannya gesit dengan sayap melengkung seperti bulan sabit.

Jenis burung walet
Di Indonesia dikenal ada dua jenis walet, yaitu walet putih dan walet hitarn.

A. Burung Walet Putih
Burung Walet Putih (Collocalia fuciphagus) banyak terdapat di Asia Tenggara, Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Bali. Disebut walet putih karena sarang yang dihasilkan berwarna putih. Sarang ini terbuat dari air liur yang keluar dari kelenjar saliva. Liur diproduksi bila suasana sudah mulai gelap, tenang, dan nyarnan. Suasana inilah yang diciptakan pada setiap gedung burung walet. Sarang burung walet ini berharga mahal. Hingga akhir tahun 2001 harganya sekitar Rp l3-16 juta/kg sehingga waletnya banyak dibudidayakan. Burung walet putih bertelur sepasang. Telur telur inilah yang sering digunakan di sarang seriti untuk ditetaskan dengan cara “putar telur”. Harga telur mencapai Rp l2.000,00 per pasang.

B. Burung  Walet Hitam
Burung Walet Htam (Collocalia maxima) hampir sama dengan burung walet putih. Populasi walet ini banyak dijumpai di gua pedalaman Kalimantan dan Sumatera. Namun, belakangan ini populasinya di pedalaman Kalimantan semakin menyusut karena terjadi urbanisasi burung walet ke kota-kota. Terbukti saat ini walet hitam berkembang cukup pesat di gedung-gedung perkotaan. Ini terjadi karena walet merasa terancam di pedalaman akibat pemetikan sarang di gua-gua yang tidak terkoordinasi dengan baik. Disebut burung walet hitam karena sarangnya berwarna cokelat kehitaman. Sarangnya dibangun dengan campuran bulunya. Harga sarang walet ini relatif murah dibanding walet putih. Di akhir tahun 2001 ini harganya sekitar Rp 4,2-6 juta/kg.

Keistimewaan walet
Agar penetasan telur burung walet berlangsung baik, perlu diketahui keistimewaannya. Sedikitnya ada lima keistimewaan burung walet, yaitu liurnya istimewa dan mahal, sayap kuat, kawin secara terbang, bersih, serta tidak mau dikurung.

A. Liurnya istimewa dan mahal
Sarang walet terbuat dari liurnya. Sejak abad ke-7 sarang ini sudah dikenal sebagai makanan istimewa dan favorit di zaman kekaisaran Ming karena meniiliki cita rasa khas dan diyakini berefek pada kesehatan. Berdasarkan penelitian M.H.NG.K.H Chan dan Y.C. Kong, sarang burung walet mengandung glycoprotein. Sementara dari penelitian Departemen Kesehatan RI, setiap 100 g sarang walet ditemukan adanya kandungan protein cukup tinggi, yaitu 37,5 g. Selain itu, juga mengandung 281 g kalori, 0,3 g lemak, 32,1 mg karbohidrat, 485 mg kalsium, 18 mg fosfor, 3 mg zat besi, dan 24,5 g air. Dengan kandungan gizi yang diyakini berefek pada kesehatan maka harganya terus melejit. Bahkan saat terjadi krisis ekonomi, harganya sempat mencapai Rp25 juta/kg.

B. Sayap kuat
Walet termasuk hewan berkaki lemah. Kaki ini digunakan hanya sekadar untuk menempelkan tubuhnya ke sirip tempat bersarang. Namun, justru kekuatan walet terletak pada sayap. Dengan sayap yang kuat, walet dapat terbang dalam radius puluhan kilometer tanpa henti saat mencari makanan. Ciri kekuatan sayap ini ditunjukkan  oleh  bentuknya yang ramping,  panjang,  dan melengkung ke belakang.

C. Kawin saat terbang
Perilaku kawinnya sangat unik dan khas, yaitu dilakukan saat terbang pada siang hari dan dilanjutnya saat menempel di sirip pada malam hari. Proses kawin terbang ini didahului dengan kejar-kejaran sambil mengeluarkan bunyi. Selanjutnya betina yang ada di depan jantan membalikkan tubuhnya dengan posisi telentang. Posisi ini memudahkan organ kelamin jantan ditempelkan pada organ kelamin betina. Proses kawin terbang berlangsung sangat cepat dan berulang-ulang hingga tiga kali.

D. Senang bersih
Walet termasuk burung penjaga kebersihan sarang dari kotoran. Di sarang, tidak pernah dijumpai kotoran burung. Secara naluri, sejak baru menetas pun piyik akan mundur ke bibir sarang untuk membuang kotoran, lalu kembali ke tengah sarang.

E. Tidak dapat dikurung
Walet tidak dapat dipaksa untuk dipelihara di tempat terkurung. Meskipun gedung pemeliharaan walet cukup luas, tetapi walet tetap tidak dapat bertahap hidup. Hanya dalam waktu 5-6 hari setelah dikurung, walet akan mati. Ada beberapa sebab walet dapat mati, yaitu sebagai berikut.

Cara makan walet tidak dapat diubah dari menyambar ke mematuk. Padahal, serangga yang tersedia di dalam gedung lebih banyak menempel di dinding gedung. Kalaupun serangga dapat beterbangan karena ada cahaya lampu, kebutuhan

  1. Tubuh walet. Warna bulunya cokelat kehitam-hitaman dan panjangnya sekitar 12 cm
  2. Bulu dada wallet warnanya coklat
  3. Tubuh burung seriti. Warna bulunya hitam dan panjangnya sekitar 10
  4. Bulu dada burung seriti. Warnanya putih

makan setiap burung walet sangat banyak, yaitu 1.000—1.500 ekor/hari. 2)     Kekuatan walet bukan pada kaki,  melainkan pada sayap. Dalam kondisi dikurung, burung walet akan semakin sering bertengger sehingga energinya cepat habis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *